Bleeding Heart, Bunga Indah Nan Unik Yang Berbentuk Seperti Hati

Written By Mekhels Linxets on Thursday, November 8, 2012 | 2:31 PM

Bleeding Heart (Dicentra spectabilis) atau dengan nama lain Venus' Car, Dutchman's Trousers atau bunga Lyre, ada juga yang bilang bunga hati. Pertama kali ditemukan tahun 1846 oleh Pak Robert Fotrune, seorang botanis dari Skotlandia, saat beliau berada di Cina.

Bunga ini tumbuh di wilayah Asia Timur, Jepang dan Siberia, tapi di negara lain mungkin juga bisa, asalkan, di tempat yang teduh. Bunga ini memang tidak kuat cuaca panas. Kalau pun ditanam di daerah bercuaca panas, tanahnya harus lembab. Sebaliknya, kalau di daerah di cuaca dingin, malah tahan ditimpa cahaya matahari. Bunga ini tumbuh menggantung pada batang yang bisa menghasilkan 3 hingga 15 bunga. Memiliki bentuk hati, kelopak luarnya merah muda dan dalamnya putih, tapi ada juga yang seluruhnya putih. Biasanya mekar di awal musim semi atau pertengahan musim panas. Ukurannya 2 hingga 5 cm.
Bunganya memiliki panjang 3-5 (1-2 inci) dan berbentuk hati, kelopak luarnya merah muda dan dalamnya putih, tapi ada juga yang seluruhnya putih. Daunnya campuran dengan daun kecil yang tumbuh berwarna hijau sekitar 3 kaki (0,9 meter). Akarnya memiliki buah hitam dengan biji hitam dengan garis oranye. Mereka bergantung secara horizontal pada batang yang bisa menghasilkan 3 hingga 15 bunga. Biasanya muncul bulan April atau Mei. 

Kadang-kadang kutu daun, siput dan keong makan dari daun tumbuhan ini. Jika terkena oleh bunga ini bisa menyebabkan iritasi karena alkaloidnya yang mirip insoquinoline. Beberapa orang telah membudidayakan bunga ini. Beberapa di antaranya adalah Lamprocapnos spectabilis ‘Alba’ yang memiliki warna putih. Ada juga Lamprocapnos spectabilisGolden Heart” yang memiliki daun berwarna emas.
Konon, nama bleeding heart atau hati yang berdarah ini berasal dari sebuah dongeng. Dongengnya bercerita tentang seorang pangeran yang jatuh cinta pada seorang putri. Pangeran itu memberikan beberapa macam hadiah. Di antaranya, dua kelinci dan sepasang anting. Namun, sang putri menolaknya sehingga pangeran itu sedih sekali sampai menghunuskan pisau belati ke dadanya. Hubungannya: jika posisi bunga ini dibalik dan kelopak-kelopak merah mudanya jika dilipat ke atas seolah-olah tampak seperti telinga kelinci. Lalu, jika kelopak putih dipisahkan dari kelopak merah, bisa berbentuk seperti anting. Kemudian, jika benang sari yang berada di tengah ditarik, maka seperti sebilah pisau yang menusuk hati.
Sumber: Kaskus